Senin, 25 Januari 2016

3i NETWORKS INDONESIA: BISNIS TANPA MODAL

3i NETWORKS INDONESIA: BISNIS TANPA MODAL: Apa kelebihan profesi sebagai Agen Asuransi dibanding profesi lain? Di bawah ini beberapa keuntungan apabila Anda menjalankan Bisnis Asur...

Minggu, 24 Januari 2016

3i CAR INDONESIA: (BAHAYA) Dengki Merusak Peluang Sukses

3i CAR INDONESIA: (BAHAYA) Dengki Merusak Peluang Sukses

3i CAR INDONESIA: (BAHAYA) Dengki Merusak Peluang Sukses

3i CAR INDONESIA: (BAHAYA) Dengki Merusak Peluang Sukses

(BAHAYA) Dengki Merusak Peluang Sukses

(BAHAYA) Dengki Merusak Peluang Sukses

Rasulullah saw. bersabda, Hindarilah dengki karena dengki itu memakan (menghancurkan) kebaikan sebagaimana api memakan (menghancurkan) kayu bakar.  (Abu Daud).

Dengki (hasad), kata Imam Al-Ghazali, adalah membenci kenikmatan yang diberikan Allah kepada orang lain dan ingin agar orang tersebut kehilangan kenikmatan itu.

Lalu bagaimana dengki bisa merusak peluang sukses?
Banyak akibat buruk yang kita dapatkan dari dengki.

 Secara ruhiah, dengki akan memakan amal baik kita seperti dijelaskan hadits Rasulullah saw diatas.

Jika kebaikan kita sudah terkikis habis, apakah kita masih berharap bahwa do’a kita akan terkabul...?
Percuma kita kerja keras dan kerja cerdas jika Allah tidak mengijinkan kita sukses.

Dari Jabir dan Abu Ayyub Al-Anshari, mereka mengatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda,‘Tidak ada seorang pun yang menghinakan seorang muslim di satu tempat yang padanya ia dinodai harga dirinya dan dirusak kehormatannya melainkan Allah akan menghinakan orang (yang menghina) itu di tempat yang ia inginkan pertolongan-Nya. Dan tidak seorang pun yang membela seorang muslim di tempat yang padanya ia dinodai hargadirinya dan dirusak kehormatannya melainkan Allah akan membela orang (yang membela) itu di tempat yang ia menginginkan pembelaan-Nya.‘(Ahmad, Abu Dawud, Ath-Thabrani)

Lalu bagaimana menghilangkan dengki?

*.Saat kita berdo’a meraih sukses atau kenikmatan, berdo’alah bukan hanya untuk diri sendiri. Tetapi untuk orang lain juga.

*.Saat ada orang lain, teman, bahkan saingan mendapatkan nikmat, maka bersyukurlah.

Syukur jauh dari dengki, justru akan mendatangkan nikmat.Dan yang terakhir, marilah kita berlindung kepada Allah dari sifat dengki ini. Mudah-mudahan, tidak ada sedikit pun rasa dengki dalam hati kita. Jika masih ada, mari kita hapus dengan istighfar dan syukur.

SALAM BERSAUDARAAN DARI SAYA

www.3i networks.com

Bisa Jadi Ini Alasan Rejeki Kita Sering Tersendat Gan

Bisa Jadi Ini Alasan Rejeki Kita Sering Tersendat Gan

Sebuah kisah renungan yang sangat dalam menyentuh hati bagi siapa saja anda yang membacanya !!

Artikel ini saya dapat dari sahabat blogger yang saya sendiri lupa namanya. dan kejadian ini sedikit agak lama dan kebetulan saya dapat dari Forum sebelah. Saya hanya meneruskan dan berbagi sesuatu untuk kita semua. dalam artikel ini kata-kata yang di sajikan cukup dalem bisa buat kita untuk sejenak merenung betapa besarnya jasa orang tua terhadap kita gan.

Silahkan simak baik-baik ganGan mungkin kita seringkali seret sama rezeki, bener kan? Kadang-kadang kita bingung sebenernya kenapa sih Yang Maha Kuasa tidakmengabulkan doa/keinginan kita, apa Tuhan mau nguji kita atau Tuhan udah enggak sayang sama kita ?Eits gan, saya saranin jangan pernah ngomong gitu. Tuhan emang selalu memberikan yang terbaik buat kita-kita orang, "tapi kok udah banting tulang kerja seharian hidup tetep gini-gini aja (gerutu agan, hihihi)".Sebenernya Tuhan bukan tidak mau mengabulkan doa atau mewujudkan keinginan kita, Justru kitalah yang enggak mau mematuhi hukum-hukum Dia yang disebut hukum LOA* ( Law of Attraction ). Ingatlah, doa itu terkait erat dengan LOA. Terbukti, orang Atheis sekalipun dapat mewujudkan impiannya, semata-mata karena ia mematuhi hukum-hukum LOA.LOA=Hukum Tarik-Menarik (Law of Attraction)yang intinya kurang lebih seperti ini : apa yang anda pikirkan, itulah yang semesta berikan. Boleh juga dibilang, pikiran Anda-lah yang menarik segala sesuatu itu terjadi.

Saat kita berusia 1 tahun. orangtua memandikan dan merawat kita. Sebagai balasannya, kita malah menangis di tengah malam.

Saat kita berusia 2 tahun. orangtua mengajari kita berjalan. Sebagai balasan,  kita malah kabur ketika orangtua memanggil kita.

Saat kita berusia 3 tahun. orangtua memasakkan makanan kesukaan kita. Sebagaibalasannya, kita malah menumpahkannya.

Saat kita berusia 4 tahun. orangtua memberi kita pensil berwarna. Sebagai balasannya, kita malah kita malah mencoret-coret dinding dengan pensil tersebut

.Saat kita berusia 5 tahun. orangtua membelikan kita baju yang bagus2. Sebagai balasannya, kita malah mengotorinya dengan bermain-main lumpur.

Saat kita berusia 10 tahun. orangtua membayar mahal2 uang sekolah dan uang les kita. Sebagai balasannya, kita malah malas2anbahkan bolos.

Saat kita berusia 11 tahun. orangtua mengantarkan kita ke mana2. Sebagaii balasannya, kita malah tidak mengucapkan salam ketika keluar rumah.

Saat kita berusia 14 tahun. orangtua pulang kerja dan ingin memeluk kita. Sebagai balasannya, kita malah menolak dan mengeluh, "Papa, Mama, aku sudah besar!"

Saat kita berusia 17 tahun. orangtua sedang menunggu telepon yg penting, sementara kita malah asyik menelepon teman2 kita yg tidak penting.

Saat kita berusia 18 tahun. orangtua menangis terharu ketika kita lulus SMA. Sebagai balasannya, kita malah berpesta semalaman dan baru pulang keesokan harinya..

Saat kita berusia 19 tahun. orangtua membayar biaya kuliah kita dan mengantar kita ke kampus pada hari pertama.
Sebagai balasannya, kita meminta mereka berhenti jauh2 dari gerbang kampus.

Saat kita berusia 22 tahun. orangtua memeluk kita dengan haru ketika kita wisuda. Sebagai balasan, kita malah bertanya kepadanya,"Papa, Mama, mana hadiahnya? Katanya mau membelikan aku ini dan itu?"

Saat kita berusia 23 tahun, orangtua membelikan kita sebuah barang yg kita idam2kan. Sebagai balasan, kita malah mencela, "Duh!Kalau mau beli apa2 untuk aku, bilang2 dong pah!"

Saat kita berusia 27 tahun, orangtua membantu membiayai pernikahan kita. Sebagai balasan, kita malah pindah ke luar kota, meninggalkan mereka dan menghubungi mereka hanya dua kali setahun.

Saat kita berusia 30 tahun, orangtua memberi tahu bagaimana merawat bayi. Sebagai balasan, kita malah berkata,"Papa, Mama zaman sekarang sudah beda. Nggak perlu lagi cara2 kaya dulu."

Saat kita berusia 40 tahun, orangtua sakit2an dan membutuhkan perawatan. Sebagai balasan, kita malah beralasan,"Papa, Mama, aku sudah berkeluarga.
Aku punya tanggung jawab terhadap keluargaku."Dan entah kata2 apalagi yg pernah kita ucapkan kepada orangtua kita. Bukan mustahil,itu yg menyumbat rezeki dan kebahagiaan kita selama ini.Saya sadar gan, selama ini mungkin saya banyak nentang orang tua. Saya merasa lebih have fun sama temen-temen saya daripada sama orang tua. Padahal orang tua lah yang sebenernya paling care sama kita, kebutuhan apa pun selalu mereka usahakan untuk kita. Tapi apa balesan saya, selama ini cuma nyusahin mereka aja gan. Tapi saya selalu berharap suatu saat saya mau berangkatin mereka ke tanah suci, atau setidaknya membalas jasa-jasa kebaikan beliau selama ini, dengan memanjakan serta menyenangkan beliau gan. Amin.Mungkin ada benernya juga sih gan, kadang usaha saya juga tersendat-sendat. Setelah sayapikir-pikir, mungkin saya perlu pendekatan lebih kepada orang tua. Pepatah abadi juga mengatakan,"Surga ada di bawah telapak kaki ibu". So, semoga kita semua mau berubah ya gan untuk selalu berbakti pada orang tua kita, seburuk apa pun mereka, tetap mereka adalah yang membuat kita terlahir ke dunia ini dan mereka lah yang mengajari kita ketika kita tidak tahu apa2.

SEMOGA ARTIKEL INI BERMANFAAT & BISA DI JADIKAN RENUNGAN UNTUK KITA SEMUA

TEKAD YANG KUAT AKAN MEMBAWA KESUKSESAN


Sabar Gorky, pendaki asal Indonesia yang sangat fenomenal ini berhasil mendaki puncak gunung tertinggi di Eropa yaitu Gunung Elbrus (5.642mdpl) dengan hanya satu kaki.

Sabar menancapkan bendera merah putih yang dibawanya selama perjalanan pada tongkat sebelah kiri. Kemudian sujud dan menjalankan shalat hingga dua rakaat, pada 17 Agustus 2011.
Keberhasilan pendakian ini menjadi langkah awalnya untuk mencapai seven summits, tujuh puncak gunung tertinggi di dunia.

.Foto

KEGAGALAN = KEBERHASILAN




Menurut sebagian orang, kegagalan tidak sama dengan kesuksesan. 

Tapi untuk para pebisnis, kegagalan merupakan sarana untuk meraih sukses. 

Seperti yang dikatakanoleh John Maxwell; ada karakteristik yang membedakan antara orang sukses dengan orang gagal, namun kegagalan itu sendiri tidak termasuk di dalamnya.Bila melihat tokoh-tokoh dunia yang sukses seperti Thomas Edison, Walt Disney, Abraham Lincoln, Milton Hershey adalah orang-orang yang sempat merasakan kegagalan. 

Biografi mereka menuliskan rentetan kegagalan bahkan kebangkrutan, namun tidak mencegah mereka untuk meraih sukses.Tentunya mengubah kegagalan menjadi kesuksesan membutuhkan langkah-langkah tersendiri. Seperti;PositifTerhadap Diri SendiriSalah satu penyebab kegagalan yang menghancurkan adalah ketika Anda menganggap diri Anda sebagai ‘orang gagal’ dari kegagalan tersebut. 

Orang yang berhasilbangkit dari kegagalan adalah mereka yang memiliki pandangan positif terhadap diri sendiri. 

Kegagalan tidak dianggap sebagai akibat dari keburukan diri sendiri yang tak bisa diatasi, melainkan sebagai kesempatan untuk belajar serta memperbaiki diri. Makin banyak gagal, makin banyak kesempatan untuk belajar hal baru.Tujuan RealistisKegagalan bisa jadi diakibatkan oleh tujuan bisnis yang tidak realistis atau terlalu di awang-awang. 

Memimpikan kesuksesan memang baik, namun impian besar yang tidak disertai usaha realistis akan membuat orang sulit menentukan strategi yang mudahdilakukan dan dievaluasi. 

Tiap kegagalan adalah kesempatan Anda untuk mengkaji ulang setiap keputusan strategis yang telah diambil.KeunggulanDalam bisnis, ada dua tipe orang: orang yangberfokus pada kelemahan sendiri jika gagal, dan orang yang berfokus pada keunggulan mereka.  

Memperbaiki kelemahan dalam berbisnis adalah sesuatu yang wajib dilakukan, namun ketika hendak bangkit dari kegagalan, ada baiknya sedikit lebih berfokus pada keunggulan sendiri. 

Dengan demikian, tiap kegagalan adalah kesempatanuntuk menekankan sisi positif diri dan bisnis Anda serta tidak berfokus pada sisi negatifnya.MetodeOrang yang gagal mungkin akan mencoba cara lain untuk melakukan pendekatan dalam berbisnis, misalnya mencoba berbagai macam teknik pemasaran, sampai menemukan sesuatu yang cocok. 

Tahukah Anda bahwa ada penelitian tentang para milyuner dunia, dimana rata-rata dari merekabiasanya mencoba berbagai bisnis hingga menemukan satu yang benar-benar cocok bagi mereka? Banyak dari mereka yang gagal berkali-kali sebelum sukses setelah menemukan bisnis yang cocok.Dengan melakukan berbagai pendekatan bisnis, Anda jadi semakin tahu mana yang cocok dan mana yang tidak cocok. 

Ketika gagal, Anda bisa tahu bahwa ada sesuatu yang membuatnya tidak berhasil untuk Anda.Jadi, setiap kegagalan adalah kesempatan untuk ‘mengetes’ berbagai pilihan sampai ada yang cocok.TemporerKegagalan yang berulang sebaiknya tidak dipandang sebagai kecacatan diri sendiri, melainkan masalah sementara yang harus dicari jalan keluarnya. 

Cukup dengan mengubah cara pandang dari negatif menjadi positif seperti ini, Anda akan menjadi lebih percaya diri untuk terus bangkit dari kegagalan.Jika Anda menjalankan trik-trik di atas, Anda pun akan selalu bisa memanfaatkan tiap kegagalan berulang sebagai kesempatan untuk sukses.